Tangerang, 21
September 2025 — PT
Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), bagian dari Garuda Indonesia Group, terus
memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam penyediaan tenaga kerja
profesional lintas industri.
Sejak berdiri
pada tahun 2019, GDPS telah mengembangkan layanannya dari sektor aviasi ke
berbagai sektor lain seperti Oil & Gas, logistik, teknologi, FMCG, energi,
pendidikan hingga industri otomotif. Ekspansi ini mempertegas kapasitas GDPS
dalam menyediakan solusi tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri
yang terus berkembang.
Jumlah Tenaga
Alih Daya (TAD) yang dikelola GDPS juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Pada tahun 2022, GDPS mengelola 3.273 TAD, dan sampai dengan pertengahan tahun
2025 ini jumlah tersebut telah meningkat 111% menjadi 6.927 TAD yang tersebar
di 93 kota di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di kawasan
Jabodetabek. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan skala layanan sekaligus
kepercayaan klien dari berbagai sektor terhadap kompetensi GDPS.
”Pertumbuhan ini
merupakan bukti nyata bahwa GDPS terus melakukan inovasi dan menjaga relevansi
layanannya di tengah dinamika industri. Saat ini kami tidak hanya berkomitmen
mendukung kebutuhan customer semata, tetapi juga berfokus pada penciptaan
ekosistem tenaga kerja yang tangguh dan berdaya saing global. Kami ingin
memastikan setiap langkah GDPS dapat memberi manfaat yang lebih luas, baik bagi
customer, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja di seluruh Indonesia.” Ungkap
Cornelis Radjawane, Direktur Utama PT GDPS.
Peningkatan
jumlah tenaga kerja yang signifikan ini juga menunjukkan kontribusi nyata GDPS
terhadap perekonomian nasional. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS),
jumlah pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2025 mencapai 7,28 juta
orang, meningkat sekitar 83 ribu orang atau 1,11 persen dibanding periode yang
sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan adanya gap antara suplai tenaga
kerja terdidik dan ketersediaan lapangan pekerjaan tetap. Melalui model
outsourcing yang adaptif, GDPS berperan sebagai jembatan antara kebutuhan
industri dan ketersediaan tenaga kerja, sehingga customer dapat tetap fokus
pada core business, sementara lapangan kerja baru tetap tercipta di
berbagai sektor strategis.
“Ke depan, kami
berharap dapat memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah,
sehingga kontribusi terhadap perekonomian nasional semakin nyata. Langkah ini
juga diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang lebih produktif,
kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global,” tambah Cornelis.
Selain memperkuat
posisi di pasar domestik, GDPS juga berhasil memperluas jangkauan layanan ke
kancah internasional. Keberhasilan ekspansi ini ditandai dengan kerja sama
strategis bersama PNG Air atau maskapai penerbangan Papua Nugini. Langkah ini
menjadi pijakan awal GDPS dalam membangun rekam jejak global, yang kemudian
diperkuat dengan partisipasi pada MRO Asia Pacific 2025 di Singapura. Hal ini menunjukkan strategi perusahaan
kedepan dalam mengambil pendekatan proaktif terhadap pasar internasional. Melalui
forum ini, GDPS berhasil menjalin komunikasi dan membuka peluang kerja sama
dengan berbagai perusahaan global di sektor Maintenance, Repair, and
Overhaul (MRO). Pencapaian ini menegaskan keseriusan GDPS dalam memperluas
jejaring internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis
yang kompetitif di kancah global.
Cornelis juga menegaskan
bahwa GDPS akan terus memperkuat komitmennya melalui layanan berbasis
teknologi, perluasan jaringan kemitraan, serta pengelolaan tenaga kerja yang
lebih adaptif. Dengan konsistensi inovasi dan orientasi pada kebutuhan
customer, GDPS optimis dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi customer
dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.
Tags: